Tradisi “Coba Lagi” Arsenal Sepertinya akan Kembali Berlanjut

Setelah peluit panjang berbunyi, William Gallas duduk terpaku di atas rumput. Jonathan Pearce, komentator Match of the Day, mendeskripsikannya sebagai “kondisi tidak percaya.” Delapan belas tahun kemudian, reaksi serupa terpancar dari para pemain Arsenal. Meski tak seekstrem Gallas, gestur Gabriel Jesus yang mendorong Yerson Mosquera usai laga menunjukkan betapa frustrasinya mereka.

Dampaknya pun serupa. Kala itu, hasil imbang 2-2 memangkas keunggulan Arsenal menjadi hanya tiga poin setelah United menang telak 5-1 atas Newcastle. Kini, hasil imbang di Molineux memberi Manchester City peluang memperkecil jarak menjadi dua poin jika mereka memenangkan pertandingan tunda.

Namun perbandingan yang lebih mencemaskan terletak pada apa yang terjadi setelahnya. Di musim 2007-08, Arsenal hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan berikutnya. Mereka tergelincir ke posisi ketiga dengan defisit sembilan poin dari Manchester United yang memuncaki klasemen. Meski memenangkan empat laga terakhir, mereka harus puas sebagai runner-up dengan 83 poin—terpaut empat poin dari United, dua poin di bawah Chelsea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Terbaru