“Saya pikir kami sempat memiliki periode yang buruk di Liga. Namun di AFC Challenge League, kami melakukan hal yang bagus hingga melaju ke perempat final. Selain itu, dalam tiga laga terakhir kami meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Saya rasa kami kembali ke bentuk yang seharusnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jan menilai bahwa performa tim tak lepas dari proses panjang yang tengah dijalani bersama para pemain. Menurutnya, minimnya laga tandang bukan menjadi faktor utama, melainkan bagaimana tim membangun kebersamaan dan pemahaman permainan.
“Saya punya perasaan bahwa ini bukan soal kami jarang bermain tandang, tetapi lebih kepada proses yang kami jalani bersama tim,” lanjutnya.
Pelatih berusia 62 tahun tersebut juga menyinggung tantangan klasik yang kembali dihadapi Dewa United pada awal musim. Selama tiga musim beruntun, timnya memang kerap memulai kompetisi dengan hasil yang kurang ideal. Hal ini, menurut Jan, tak terlepas dari banyaknya pemain baru, khususnya di lini pertahanan.


