Periode Sulit
Ia melihat sisi positif dari periode sulit ini. “Di sisi lain, ketika kita melihat kembali masa ini atau mungkin tahun pertama yang sulit ini, kita akan berpikir betapa berharganya pembelajaran ini, betapa berharganya pengalaman ini, hal ini membuat kita jauh lebih baik untuk masa depan.”
Di balik hasil yang belum konsisten, terdapat tanda-tanda perbaikan. Tottenham telah mengoleksi tujuh clean sheet di bawah Frank musim ini, mengungguli catatan enam clean sheet sepanjang musim 2024-25 di era Ange Postecoglou. Mereka juga berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Crystal Palace sebelum bertandang ke Brentford.
Frank mengakui pekerjaan masih banyak. “Ini belum sempurna, kami ingin menjadi tim yang bermain dengan gaya bebas,” katanya. Namun, ia menekankan fondasi yang mulai kokoh. “Beberapa hal yang ingin saya tekankan secara positif adalah dua penampilan tandang terakhir kami. Fondasi yang kami bangun sangat kuat dan kami sangat tangguh dalam bertahan. Itu sangat penting dan kami memahami cara menghentikan transisi mereka. Kami bekerja sangat keras pada bagian ofensif permainan.”
Ia juga mengingatkan bahwa sepakbola adalah permainan yang tak luput dari kesalahan. “Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan. Anda kehilangan bola, itu wajar terjadi – tetapi jika setengah dari kesalahan itu bisa diperbaiki, itu akan menghasilkan lebih banyak serangan.”
Tantangan lain yang dihadapi Frank adalah daftar panjang pemain yang absen. Pada laga di Brentford, ia tak dapat menurunkan sejumlah pilar seperti James Maddison, Dominic Solanke, dan Dejan Kulusevski karena cedera, sementara Xavi Simons menjalani skorsing. Dalam konteks ini, Frank menilai situasi klub secara realistis. “Ekspektasinya bagus dan saya juga berpikir kita mungkin sedang berada dalam masa transisi,” katanya. “Bukannya kami tidak ingin bermain jauh lebih baik, tetapi klub, skuad, cedera, semua itu perlu dipertimbangkan.”


