Persebaya Surabaya belum mampu meraih kemenangan hingga berakhirnya pekan ke-15 BRI Super League 2025/26. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (20/12), Bajul Ijo harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Borneo FC Samarinda dengan skor 2-2.
Meski gagal mengamankan tiga poin, pelatih fisik Persebaya, Shin Sang-gyu, yang mendampingi tim dari pinggir lapangan menggantikan Uston Nawawi, tetap memberikan apresiasi terhadap upaya pemainnya, terutama dalam memaksimalkan situasi bola mati.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya sempat berada di ambang kekalahan sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Gol penyeimbang dicetak Malik Risaldi lewat sundulan pada menit ke-89, memanfaatkan tendangan bebas Dejan Tumbas dari sisi kiri pertahanan Borneo FC.
Shin Sang-gyu mengungkapkan bahwa timnya memang sering melatih skema bola mati di sesi latihan, meskipun gol yang tercipta tidak sepenuhnya sesuai dengan pola yang dirancang. Meski begitu, momen tersebut tetap dianggap positif bagi tim.
BACA JUGA: Persebaya Surabaya Optimis Hadapi Borneo FC
“Kami sebenarnya menghabiskan cukup banyak waktu, selama latihan bola itu namun mencetak gol itu. Ya, itu juga momen yang membahagiakan tapi bukan gol persis seperti yang kami latih,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Setelah pertandingan, pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, termasuk memperbaiki dan mengasah kembali strategi set piece agar lebih efektif dalam mencetak gol pada laga-laga berikutnya.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara berulang akan membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, serta mentalitas pemain dalam memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.
Tambahan satu poin ini membuat Persebaya masih tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin. Pada pertandingan selanjutnya, Bajul Ijo dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Persijap Jepara pada Minggu (28/12).


