Setelah 17 tahun duduk di bangku cadangan Satria Muda, Muhamad Gofar akhirnya menutup perjalanannya bersama klub tersebut. Mulai musim 2026, ia tak akan ada lagi di pinggir lapangan Satria Muda Pertamina Bandung.
Sejak bergabung pada 2008, Gofar menjadi figur yang melekat kuat dalam identitas tim. Loyalitasnya membuat ia hadir dalam berbagai fase perkembangan klub, mendampingi Satria Muda melintasi perubahan pemain, staf, hingga budaya kerja.
Ia turut menjaga karakter kompetitif tim dan memberi warna dalam proses pembentukan mental pemain selama hampir dua dekade.
Dalam pernyataannya, Gofar mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang ia dapatkan selama berada di klub. Ia menyebut SM sebagai tempat yang membentuknya secara profesional maupun pribadi.
“Di sini saya belajar banyak tentang tanggung jawab, ketahanan dalam tekanan, dan semangat untuk terus mengejar gelar juara. Setiap perubahan di tim adalah pengalaman yang sangat berarti,” ujarnya.
BACA JUGA: Satria Muda Perlu Kembalikan Mental Juaranya
Manajemen klub juga memberikan penghormatan kepada Gofar atas kontribusinya. Managing Director Satria Muda, Christian Ronaldo Sitepu, menyebut bahwa peran Gofar sangat penting dalam perjalanan klub.
Mengingat, ia terlibat dalam proses peraihan 8 dari 12 gelar juara SM. Dodo, sapaan akrabnya, menilai pengabdian selama hampir dua dekade adalah bentuk dedikasi yang jarang ditemui.
“Sulit mencari sosok yang memberikan kontribusi sebesar Coach Gofar. Loyalitas dan komitmennya menjadi fondasi budaya tim ini. Kami berterima kasih atas segala kerja keras dan berharap perjalanan kariernya ke depan berjalan lancar,” ungkap Dodo.
Menutup perpisahannya, Gofar juga memberikan pesan bagi SM. Ia berharap musim berikutnya berjalan tanpa hambatan, terutama dalam proses adaptasi pelatih baru serta pemilihan pemain asing yang diharapkan mampu memberi dampak signifikan.


