Pada konferensi pers pasca-pertandingan, Ruben Amorim menyampaikan pesan tegas kepada manajemen Manchester United. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United, pelatih Portugal itu memanfaatkan pertanyaan terakhir untuk menyuarakan ketidakpuasan mendalam terkait dinamika di dalam klub.
Dengan nada yang jelas, Ruben Amorim menegaskan perbedaan mendasar antara peran pelatih dan manajer, serta menuntut otonomi penuh dalam menjalankan tugasnya. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan untuk menjadi pelatih,” ujarnya. Ia menjelaskan pembagian wewenang yang diinginkannya: “Di setiap departemen – departemen pencarian bakat, direktur olahraga – mereka perlu melakukan pekerjaan mereka. Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan dan kemudian kita akan beralih ke tahap selanjutnya.”
Pernyataannya sekaligus menjadi pengingat bahwa sisa kontraknya tinggal 18 bulan, dan ia menegaskan batas waktu tersebut sebagai bagian dari kesepakatan. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sudah sangat jelas tentang itu. Itu akan berakhir dalam 18 bulan dan kemudian semua orang akan pindah. Itulah kesepakatannya. Itu adalah pekerjaan saya. Bukan menjadi pelatih.”
BACA JUGA: Harrison Reed Buyarkan Kemenangan Liverpool di Menit Akhir Pertandingan


