Roony Bardghji menjadi salah satu rekrutan paling menguntukan bagi Hansi Flick dan FC Barcelona pada musim lalu. Diambil dari FC Copenhagen dengan harga harga hanya sekitar 2 juta euro, Blaugrana telah menetapkan sistem investasi yang cerdas.
Bardghji merupakan pemain asal Swedia yang punya talenta menjanjikan dalam beberap tahun terakhir. Roony sendiri memang belum pernah bermain sebagai pemain utama dan lebih cenderung menjadi pemain pelapias. Meski begitu ia tetap senang bermain di klub impiannya.
“Bermain untuk Barça adalah impian saya sejak kecil. Saat kecil saya selalu menonton pertandingan Barça bersama ayah saya. Kami selalu menjadi penggemar tim ini,” ujarnya.
Lalu ia bahkan tidak segan untuk mengungkapkan rasa bangganya bisa beseragam biru merah. Roony yakin bahwa ini adalah bentuk kerja kerasnya yang berbuah manis.
Saya sangat bangga berada di sini. Saya bekerja sangat keras untuk sampai di sini dan akhirnya mencapainya, tapi ini baru permulaan. Impian saya adalah memenangkan semua gelar bersama Barça: UEFA Champions League, La Liga.”
BACA JUGA: Diego Simeone Puji Atletico Madrid atas Kemenangan 5-2 di UCL
Messi Jadi Magnet Untuk Roony
Nama Lionel Messi lagi-lagi jadi magnet khusus bagi pemain muda Barcelona. Meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari Blaugrana, Messi tetap ikon yang menjadikan Raksasa Catalan menarik di mata dunia. Dalam wawancaranya pada dengan awak media, Roony menyebutkan bahwa rasa cintanya terhadap Barcelona menurun dari ayahnya.
“Saya rasa itu karena ayah saya. Bertahun-tahun sebelum saya lahir, dia sudah mengikuti Barcelona, dan ketika Messi datang dia langsung jatuh cinta. Ketika saya lahir, dia selalu membuat saya menonton pertandingan Messi dan Barcelona,” ujarnya.
Roony Bardghji sendiri lahir dari keluarga suriah di Kuwait City sebelum akhirnya pindah ke Swedia melalui perjalanan sulit. Meski begitu kedua orang tuanya menarih kepercayaan dan mendukung Roony dalam karirnya.
“Ayah saya selalu bermimpi saya dan saudara saya bermain sepak bola. Di Eropa ada lebih banyak peluang dibanding Timur Tengah, dan itu juga menjadi alasan kami pindah,” ungkapnya.
BACA JUGA: Antonin Kinsky, Kiper Tottenham yang Di Landa Mimpi Buruk


