Pukulan Telak
Bagi Liverpool, gol penyeimbang itu adalah pukulan telak. Mimpi untuk kembali ke empat besar sirna sudah. Sebaliknya, bagi Tottenham, ini adalah suntikan moral luar biasa. Mereka akhirnya menunjukkan ketahanan diri, menghentikan kemerosotan, terutama setelah dipermalukan Atletico Madrid di Liga Champions.
Arne Slot, pelatih Liverpool, melakukan eksperimen dengan mencadangkan Mohamed Salah dan memberikan kepercayaan kepada Rio Ngumoha yang masih berusia 17 tahun untuk debut sebagai starter di Premier League. Sebuah keputusan yang segera terbukti tepat. Namun, nasib berkata lain.
Spurs sendiri tampil dengan komposisi pincang. Total 13 pemain absen akibat cedera atau skorsing. Mereka memulai laga dengan baik, tetapi harus diakui, kesalahan kiper kembali menghantui. Guglielmo Vicario, yang dipercaya menggantikan Antonin Kinsky setelah performa buruknya di Spanyol, gagal mengantisipasi tendangan bebas Szoboszlai. Posisinya salah, bola sempat tersentuh namun tetap bersarang di gawang.
Liverpool nyaris menggandakan keunggulan sebelum jeda. Sepakan Cody Gakpo berhasil ditepis Vicario hingga membentur tiang. Namun, di sisi lain, Richarlison menjadi momok. Sundulannya meleset tipis, dan ia dua kali memaksa Alisson melakukan penyelamatan gemilang. Hingga akhirnya, di depan The Kop yang terpaku, ia mencetak gol penyeimbang yang dramatis.


