Di tengah gemuruh Anfield yang mencekam, Richarlison menjelma menjadi pahlawan bagi Tottenham Hotspur dan petaka bagi tuan rumah. Golnya di pengujung laga tidak hanya menyelamatkan wajah Spurs dari kekalahan, tetapi juga menjadi oase di tengah dahaga yang panjang. Hasil imbang 1-1 ini mengukir sejarah kecil bagi Igor Tudor, pelatih sementara yang tengah berada dalam tekanan, dengan memberinya poin perdana.
Di bawah asuhan Tudor, performa Spurs kali ini layak disebut yang terbaik. Namun, jalan menuju hasil positif nyaris tertutup rapat. Rentetan enam kekalahan beruntun di semua ajang—dengan lima di antaranya terjadi di era Tudor—sudah di depan mata ketika tendangan bebas Dominik Szoboszlai pada menit ke-18 merobek jala gawang mereka. Liverpool pun unggul.
Namun, Richarlison tak pernah menyerah. Ia menjadi mimpi buruk bagi lini belakang tuan rumah, berkali-kali memaksa Alisson bekerja keras mengamankan gawangnya. Hingga akhirnya, di menit ke-90, kerja kerasnya membuahkan hasil. Memanfaatkan umpan Randal Kolo Muani, ia menjebol gawang Liverpool dan membuat The Kop membisu.
BACA JUGA: Nottingham Forest Tinggalkan Zona Degradasi


