Namun, anak asuh Tithan tampil sangat disiplin dan mampu mengimbangi tekanan yang dilancarkan tuan rumah sepanjang 90 menit. Poin ini menjadi modal penting bagi Persis yang berusaha keras menjaga konsistensi tim musim ini.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Tithan secara jujur menjelaskan bahwa hasil imbang itu datang dengan perjuangan ekstra. Persis harus bertanding tanpa dua pilar asing andalannya, Fuad Sule dan Gervane Kastaneer, yang harus absen karena cedera.
“Absennya dua pemain ini sangat memengaruhi kedalaman skuad kami. Ketika Kastaneer dan Fuad ada, opsi taktik dan fleksibilitas permainan kami menjadi lebih banyak,” ujar Tithan.
Kondisi tersebut memaksa jajaran pelatih harus melakukan penyesuaian taktik cepat dan mengubah game plan awal. Perubahan ini terbukti efektif meredam dominasi Bali United. “Kami sempat mengubah game plan agar bisa mengatasi tekanan dari Bali United. Walaupun hanya satu poin, ini sangat berharga bagi kami,” tegas pelatih berusia 36 tahun itu. Tithan menutup pernyataannya dengan memuji kerja keras para pemain yang sukses menjaga fokus, menjadikan ketangguhan lini tengah dan kedisiplinan bertahan sebagai kunci utama keberhasilan Persis mengamankan poin di markas lawan.


