Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, kabarnya sangat mengapresiasi kemampuan Ake yang fasih bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri. Kemampuan “dua posisi” ini menjadi nilai tambah bagi Milan yang enggan mengeluarkan investasi besar namun tetap ingin mendapatkan kualitas mumpuni. Meski demikian, manajemen tetap bersikap selektif karena performa barisan pertahanan saat ini, seperti Fikayo Tomori dan Matteo Gabbia, sebenarnya masih menunjukkan tren positif.
Situasi Nathan Ake di Etihad Stadium memang sedang tidak menentu. Bek berusia 30 tahun tersebut kabarnya mulai melirik tantangan baru demi mendapatkan menit bermain reguler. Ambisi untuk tampil di Piala Dunia menjadi faktor utama yang mendorong Ake untuk mencari klub yang bisa memberinya jaminan tampil di tim utama.
Sepanjang musim ini, Ake hanya mencatatkan tiga kali starter di liga dan Liga Champions. Total menit bermainnya yang hanya mencapai 322 menit di Premier League menunjukkan bahwa ia bukan lagi pilihan utama Pep Guardiola. Situasi ini membuat Ake menjadi “peluang pasar” yang sangat menarik bagi Milan, serupa dengan skema transfer cerdik yang sering dilakukan klub-klub besar Italia lainnya.
Walaupun peluang terbuka, jalan menuju kesepakatan masih terjal. Milan harus memutar otak karena kontrak Ake di Manchester City masih tersisa hingga musim panas 2027. Kendala terbesar terletak pada gaji sang pemain yang mencapai 5,4 juta euro bersih per tahun, angka yang tergolong berat bagi struktur gaji klub Serie A saat ini.


