Berbeda Nasib
Fulham yang diasuh Marco Silva kini betah di peringkat 11, berada di tengah pusaran klasemen yang padat. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Brentford di posisi ketujuh yang akan menjamu juru kunci Wolverhampton Wanderers. Sementara itu, nasib Forest di ujung tanduk.
Statistik berbicara keras: sebelum pekan pertandingan ini, mereka masuk 10 besar untuk percobaan ke gawang, namun hanya Wolves yang memiliki jumlah gol lebih sedikit. Laga kontra Fulham menjadi catatan ke-14 kalinya mereka gagal mencetak gol dari 30 pertandingan liga. Di babak pertama, mereka hanya bisa melepaskan tembakan jarak jauh melalui Morgan Gibbs-White dan Nicolas Dominguez yang dengan mudah diamankan Leno.
Kemasukan Ndoye dan Omari Hutchinson di babak kedua memang memberikan dampak positif. Berdasarkan jalannya pertandingan, Forest seharusnya bisa membawa pulang tiga poin. Dua keputusan offside yang menimpa Ndoye begitu tipis, sementara sepakan Aina hanya meleset beberapa inci. Kini, catatan buruk tujuh pertandingan tanpa kemenangan di Premier League membayangi mereka. Laga berikutnya melawan Tottenham pada 22 Maret akan menjadi penentu, sebuah pertaruhan besar bagi ambisi kedua tim untuk bertahan di kasta tertinggi.


