Euforia
Di balik euforia, pelatih berusia 66 tahun itu tetap kritis terhadap anak asuhnya. Ia menilai Lazio seharusnya bisa menutup babak pertama dengan keunggulan lebih dari satu gol. “Saya merasa seharusnya kami bisa mengakhiri babak pertama dengan keunggulan lebih dari satu gol, jadi jika ada kritik terhadap performa kami, itulah kritiknya,” tegasnya. “Jelas, kami tidak mampu mempertahankan intensitas di babak pertama, dan memiliki pilihan terbatas untuk menurunkan pemain pengganti, sehingga hal itu menyulitkan kami seiring berjalannya pertandingan.”
Bencana cedera yang menimpa Lazio membuat Sarri harus memutar otak. Nama-nama seperti Danilo Cataldi, Alessio Romagnoli, Ivan Provedel, Toma Basic, Nicolò Rovella, dan Samuel Gigot harus absen. Namun, di tengah keterbatasan itu, muncul sebuah temuan baru: Gil Patric yang mampu mengisi peran gelandang dengan apik.
Meski demikian, Sarri enggan membandingkan laga ini dengan pertandingan lain. “Saya tidak akan menggunakan pertandingan ini untuk membandingkannya dengan pertandingan lain musim ini, karena para pemain semakin bersemangat dan termotivasi oleh kembalinya para penggemar,” ujarnya.


