Manchester United mengawali tahun 2025 dengan imbang 2-2 di markas Liverpool, dan menutup tahun yang sama dengan hasil melawan Wolves. Di antara kedua pertandingan itu, terselip sederet berita, drama, spekulasi taktis, dan manuver transfer. Sepak bola sendiri kadang menarik atau tidak, tetapi lebih sering, seperti pada laga imbang, terasa hambar dan tak menarik.
Mungkin ada perbedaan pendapat apakah Ruben Amorim beserta timnya mengakhiri tahun dalam kondisi lebih baik daripada saat memulainya. Ada juga pertanyaan, apakah kemajuan itu sepadan dengan harga yang dibayar setelah dua belas bulan penuh pertandingan yang sering menjengkelkan dan terkadang memalukan. United sejatinya telah melupakan bencana musim lalu, tetapi hasil imbang di kandang sendiri melawan Wolves tetap menyisakan ganjalan.
Pertanyaan “Kapan United akan kembali menjadi tim yang bagus?” terus bergema di setiap konferensi pers dan wawancara bersama pemain maupun staf. Dunia sepak bola masih menunggu jawaban pastinya. Penampilan Wolves sendiri berada di titik temu yang canggung antara disayangkan dan menjengkelkan.
Di bawah Amorim musim ini, United memang memenangkan lebih banyak laga Liga Premier dibanding musim 2024-25. Akan tetapi, mereka kerap mengecewakan saat berhadapan dengan lawan yang dianggap “lebih lemah”. Peluang naik ke zona Liga Champions bisa mereka raih dengan kemenangan, tetapi yang didapat justru hasil imbang yang kurang memuaskan.


