Pertandingan sebenarnya sempat berjalan sengit saat Bologna mendapatkan peluang emas melalui Lewis Ferguson. Namun, kegagalan mengonversi peluang tersebut menjadi titik balik bagi mentalitas tim. Di sisi lain, kesalahan teknis dari sektor penjaga gawang memperburuk situasi bagi Bologna. Menariknya, Italiano memilih untuk pasang badan dan menolak menyalahkan individu atas blunder tersebut.
Ia menilai kekalahan ini murni karena level permainan Napoli yang berada di luar ekspektasi. Gol kedua Napoli menjadi pukulan telak yang mengakhiri perlawanan Bologna secara mental. Italiano menyebut timnya kurang sabar dalam menyusun serangan saat menghadapi lawan sekelas juara bertahan.
Walaupun harus kembali menjadi saksi kemenangan lawan di podium juara, Italiano tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia menegaskan bahwa mencapai babak final merupakan sebuah prestasi membanggakan bagi klub sebesar Bologna.
“Saya tidak memiliki penyesalan malam ini karena para pemain memberikan segalanya di lapangan. Kesalahan terbesar kami mungkin hanya kurang sabar dan terlalu memaksakan bola,” pungkasnya dengan nada tegar.
Kini, Italiano dan Bologna harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Kegagalan di Riyadh ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk terus meningkatkan level permainan agar mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia.


