Mali berhasil bangkit dan meraih hasil imbang melawan Maroko dalam laga Grup A Piala Afrika 2025 di Rabat. Ini merupakan sebuah hasil yang menempatkan sang tuan rumah di ambang pintu babak gugur. Laga di Stadion Pangeran Moulay Abdellah menjelma menjadi kisah tentang dua titik penalti, di mana Video Assistant Referee (VAR) turut campur pada kedua momen tersebut, mengarahkan wasit Abdou Abdel Mefire untuk meninjau ulang insiden di layar monitor.
Brahim Diaz berhasil membawa Maroko unggul lewat eksekusi penalti di penghujung babak pertama. Penalti didapat setelah bola dinilai menyentuh tangan bek kiri Mali, Nathan Gassama. Namun, Eagles mendapat kesempatan serupa tepat setelah menit ke-60, ketika Lassine Sinayoko dijegal oleh Jawad El Yamiq. Sang striker tetap tenang di tengah gemuruh siulan penonton, melepaskan tembakan yang berhasil mengelabui Yassine Bounou.
BACA JUGA: Dua Putra Diogo Jota akan Menjadi Maskot di Anfield
Kiper Eagles, Djigui Diarra, tampil gemilang dengan menyelamatkan peluang Youssef En-Nesyri menggunakan kakinya. Ia juga harus tetap waspada untuk mencegah Woyo Coulibaly mencetak gol bunuh diri pada menit ke-10 waktu tambahan. Ini menjadi sebuah momen yang akhirnya membuat tim Afrika Barat itu puas dengan satu poin. Hasil ini tetap menjaga peluang mereka lolos ke babak 16 besar.
Maroko kini memuncaki klasemen grup dengan empat poin, disusul Mali dan Zambia dengan dua poin masing-masing, sementara Komoro berada di dasar klasemen dengan satu poin setelah bermain imbang 0-0 dengan tim dari selatan Afrika tersebut pada Jumat pagi.


