Kobbie Mainoo Minta Dipinjamkan, United Menolak

Harus Bersaing

Amorim pertama kali menyatakan bahwa Mainoo akan bersaing dengan Fernandes musim ini saat tim berada di Chicago.

Meski ia juga menekankan bahwa kedua pemain dapat diatur dalam posisi yang berbeda, Amorim tampaknya meyakini bahwa keduanya paling cocok berperan sebagai gelandang serang dalam skemanya—yang justru menjadi masalah jelas bagi Mainoo.

Pertanyaannya, seberapa realistis ia dapat menggeser sang kapten dari starting line-up—setidaknya dalam jangka pendek?

Pada dasarnya, Mainoo menjadi korban dari kesuksesannya sendiri.

Kemunculannya yang begitu cepat dan perannya dalam tim yang sering mengalami kesulitan sempat membuatnya hampir menjadi figur ikonik. Namun, penampilan gemilang di akhir musim 2023/24 sempat menutupi beberapa kelemahan dalam permainannya, yang semakin terlihat ketika lini tengah United kerap kewalahan. Di Piala Eropa, ia juga sempat dijaga ketat oleh Declan Rice.

Seiring dimulainya musim lalu, kepercayaan diri dan performa Mainoo sempat menurun, dan ia mengalami cedera tepat saat Erik ten Hag dipecat dan Amorim mengambil alih.

Mainoo sempat menjadi pilihan utama Amorim sejak Desember, tetapi hal itu justru membuatnya mengalami serangkaian kekalahan besar. Cedera kembali dialaminya pada Februari, dan setelah pulih, Amorim lebih memfokuskan diri pada Liga Europa—yang berarti satu-satunya kesempatan Mainoo bermain hingga akhir musim hanyalah di Liga Premier. Tiga dari pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan, dan satu lainnya, melawan Bournemouth, berakhir imbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Terbaru