Mendengar Pemain Sebelum Menentukan Arah
Alih-alih langsung berbicara soal strategi, Herdman memulai perjalanannya dengan mendengar. Ia dan stafnya melakukan wawancara mendalam terhadap lebih dari 40 pemain, menanyakan alasan paling mendasar mengapa mereka mengenakan seragam tim nasional.
Hasilnya membentuk tiga nilai utama: menciptakan sejarah, meningkatkan respek terhadap sepak bola nasional, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Bagi Herdman, proses ini bukan formalitas. Ia menegaskan bahwa pemain harus merasa didengar sebelum diminta untuk berkorban. Temuan tersebut kemudian dikembalikan kepada tim sebagai cermin identitas bersama. Dari sanalah rasa memiliki tumbuh.
Pendekatan ini memberi gambaran jelas tentang gaya kepemimpinannya di Indonesia: membangun tim bukan dari instruksi satu arah, melainkan dari pemahaman bersama.



