Bologna mencoba membalas lewat skema bola mati. Thijs Dallinga nyaris membawa pendukung tuan rumah bersorak melalui sundulannya. Namun, kerja sama solid antara bek timnas Indonesia, Jay Idzes, dan Fali Cande berhasil menyapu bola tepat di garis gawang untuk menjaga skor tetap kacamata hingga turun minum.
Kebuntuan akhirnya pecah sesaat setelah babak kedua dimulai. Melalui serangan balik kilat, Giovanni Fabbian menginisiasi pergerakan yang mengalir ke sisi kanan melalui Riccardo Orsolini dan Nadir Zortea. Zortea kemudian mengirimkan umpan tarik akurat yang langsung disambar Fabbian dengan sepakan first-time keras. Gol tersebut membawa Bologna unggul 1-0 dan membakar semangat publik Renato Dall’Ara.
Sayangnya, euforia tuan rumah tidak bertahan lama. Sassuolo bereaksi cepat melalui situasi sepak pojok. Ravaglia melakukan blunder saat gagal mengantisipasi bola kiriman Armand Lauriente dengan sempurna. Tarik Muharemovic yang berdiri bebas langsung menyambar bola liar dengan sundulan jarak dekat untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Sassuolo sebenarnya berpeluang besar membawa pulang tiga poin penuh. Kristjan Thorstvedt gagal mengonversi umpan matang Josh Doig, sementara pemain pengganti Alieu Fadera menyia-nyiakan kesempatan emas saat sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Di ujung laga, kiper Sassuolo, Muric, tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan peluang emas striker veteran Ciro Immobile.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang tetap bertahan. Hasil ini menjadi alarm bagi Vincenzo Italiano, mengingat timnya kini tercatat hanya mampu meraup satu poin dari tiga laga terakhir di Serie A.


