Di tengah situasi yang enam bulan lalu dianggap mustahil, stabilitas posisi Arne Slot sebagai pelatih Liverpool kini mulai digoyang. Kekalahan telak 4-1 dari PSV Eindhoven di Anfield pada Rabu menjadi kekalahan kesembilan The Reds dalam 12 laga terakhir—catatan terburuk dalam 71 tahun sejarah klub.
Padahal pelatih asal Belanda itu baru saja membawa Liverpool meraih gelar liga ke-20 pada Mei lalu. Setelahnya ia berbelanja hampir £450 juta untuk merekrut bakat-bakat baru di musim panas,. Perekrutan tersebut termasuk rekor transfer Inggris sebesar £125 juta untuk Alexander Isak. Namun memasuki Desember, The Reds tercecer di posisi ke-12 Liga Primer. Mereka juga berada di peringkat ke-13 dalam fase liga 36 tim di Liga Champions.
Mantan bek Jamie Carragher mengingatkan bahwa Liverpool “bukanlah klub yang suka memecat”. Kekalahan 3-0 dari Nottingham Forest di kandang sendiri memang memalukan, namun kekalahan dari PSV bisa disebut sebagai titik nadir musim ini.
“Liverpool tampaknya terus menemukan cara untuk mencapai titik terendah di bawah asuhan Arne Slot, dan tentu saja, hal itu menimbulkan pertanyaan seputar masa depan sang manajer,” ujar Josh Sexton dari kelompok penggemar Liverpool.
“Dia akan menerimanya sebagai bagian dari tekanan yang datang dengan pekerjaan bergengsi seperti itu, tetapi sekarang pertanyaan terbesarnya adalah ‘apakah dia orang yang tepat untuk benar-benar menyelamatkan tim dari keterpurukan seperti itu?'”


