Di bawah cahaya akhir Desember 2025, Inter Milan bersiap menyambut lawan berat, Atalanta, pada tanggal 28 Desember mendatang. Menjelang pertandingan besar ini, Richard Hall menganalisis di mana peningkatan telah dicapai oleh Benamata dan di mana perbaikan masih diperlukan.
Di kawasan Madonnina, perubahan tak pernah datang dengan bisikan halus, melainkan selalu menggema dengan keras. Selama tiga musim, Simone Inzaghi tampil sebagai konduktor orkestra yang terampil dan berirama di San Siro. Ia memimpin ansambel yang mengutamakan keindahan transisi dan pemahaman yang hampir bersifat telepati di antara para veteran intinya.
Namun, di bawah arahan Cristian Chivu, Inter Milan sedang menari dengan irama yang berbeda—sebuah irama yang terasa lebih dinamis dan tak terduga. Peralihan dari era Inzaghi kepada pelatih asal Rumania ini bukanlah sebuah revolusi total. Hal ini melainkan sebuah penataan ulang yang halus, meski roda penggeraknya berputar dengan cara yang tak sepenuhnya terduga.
BACA JUGA: Daniele De Rossi akan Kembali ke Kandang AS Roma Sebagai Lawan


