Memasuki babak kedua, Forest menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Namun, penguasaan bola yang dominan ternyata tidak berbanding lurus dengan kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Alih-alih mencetak gol penyeimbang, lini belakang Forest justru kembali bocor pada menit ke-79.
Melalui skema serangan yang terukur, Thierno Barry melepaskan tembakan klinis setelah menerima asis dari James Garner. Gol tersebut menggandakan keunggulan The Toffees sekaligus mengunci kemenangan 2-0, memadamkan semangat juang publik City Ground.
Kemenangan ini menjadi kado akhir tahun yang manis bagi Everton untuk merangsek ke posisi 8 besar. Sebaliknya, Nottingham Forest kini berada dalam tekanan besar. Mereka harus segera berbenah menghadapi paruh kedua musim jika tidak ingin semakin terperosok ke zona merah degradasi.


