Enzo Maresca Kini Alami Tekanan Besar di Chelsea

Mengejutkan

Maresca mengejutkan banyak pihak, termasuk staf internal, usai meraih satu-satunya kemenangan liga di bulan tersebut. Setelahnya ia menyatakan bahwa “banyak orang” telah menyebabkan “48 jam terburuknya” sejak bergabung dengan klub.

Pernyataan itu dilontarkan justru di momen positif setelah penampilan dan kemenangan yang baik. Namun dianggap bernada negatif oleh pihak manajemen, yang diduga menjadi sasaran komentarnya.

Meski demikian, respons dari internal klub terbilang tenang. Rencana untuk melakukan evaluasi menyeluruh di akhir musim guna memutuskan kelanjutan atau pemutusan hubungan dengan Maresca tetap berjalan.

Dengan catatan hanya satu kemenangan dalam tujuh laga liga terakhir, Chelsea kini justru lebih dekat ke posisi ke-15 (berjarak tujuh poin) daripada ke peringkat ketiga (terpaut sembilan poin). Situasi ini semakin mengancam keberadaan Maresca di kursi kepelatihan.

Chelsea selanjutnya akan menjalani laga tandang melawan Manchester City tanpa gelandang kunci Moises Caicedo karena hukuman suspensi, memulai bulan yang sulit yang juga mencakup pertandingan melawan Arsenal dan Napoli.

Dengan demikian, Januari diprediksi menjadi periode penentu bagi masa depan klub.

Target utama Chelsea tetap adalah lolos ke Liga Champions—sebuah ambisi yang masih realistis mengingat mereka kini berada di posisi kelima dengan 30 poin setelah 19 pertandingan. Selain itu, klub juga tetap berfokus pada kompetisi piala, termasuk perjalanan mereka yang telah mencapai semifinal Carabao Cup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Terbaru