Debut senior Rafinha bersama Barcelona pada November 2011 sempat diprediksi menjadi awal dari era baru di Camp Nou. Namun, kenyataan berkata lain. Selama sembilan tahun statusnya sebagai pemain Blaugrana, ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan daripada di atas rumput hijau.
Ketidakhadiran yang lama akibat masalah fisik membuatnya gagal mendapatkan kontinuitas permainan. Tercatat, ia hanya mampu mengoleksi 90 penampilan senior sebelum akhirnya memutuskan hengkang ke Paris Saint-Germain pada Oktober 2020.
Dalam pesan perpisahan yang menyentuh, Rafinha mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan untuk bersaing di level elit. Setelah terakhir kali membela klub Qatar, Al Arabi, ia harus berjuang selama satu tahun penuh untuk memulihkan diri dari cedera lutut serius. Cedera inilah yang akhirnya memaksa Rafinha untuk mengambil keputusan pahit namun realistis untuk berhenti total.
“Setelah pemulihan yang panjang, saatnya telah tiba bagi saya untuk mengumumkan keputusan penting. Saya memutuskan untuk pensiun,” ungkapnya dalam video Instagram minggu ini. Ia menambahkan bahwa sulit baginya menerima kenyataan tidak bisa kembali ke level tertinggi. Rafinha menutup pesannya dengan ucapan terima kasih mendalam kepada keluarga dan dunia sepak bola yang telah membentuk identitasnya selama ini.


