Ketegangan mencapai puncaknya di menit ke-102. Saat semua orang mengira laga akan berakhir imbang, Newcastle melancarkan serangan kilat terakhir. Harvey Barnes menerima umpan silang matang di dalam kotak penalti. Dengan teknik kelas tinggi, ia melakukan gerakan memutar (spin) yang mengecoh barisan pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan voli keras ke gawang Leeds. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-3 dan memicu ledakan kegembiraan di seluruh stadion.
Sejak peluit pertama, kedua tim memang sudah menunjukkan permainan terbuka. Aaronson membuka keran gol di menit ke-32 melalui sepakan jarak jauh. Newcastle merespons cepat lewat gol pertama Harvey Barnes empat menit kemudian. Namun, penalti Calvert-Lewin di akhir babak pertama kembali membawa Leeds unggul.
Memasuki babak kedua, sundulan Joelinton sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-54. Namun, Leeds lagi-lagi mencuri keunggulan lewat gol kedua Aaronson di menit ke-79. Sayangnya, kegigihan tim tamu harus sirna akibat ledakan performa Newcastle di menit-menit akhir.
Kemenangan dramatis ini mendongkrak posisi Newcastle United ke peringkat enam klasemen sementara, sekaligus menjaga asa mereka menembus kompetisi Eropa. Di sisi lain, Leeds United harus puas tertahan di peringkat 16, masih dibayangi ancaman degradasi meski telah menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang laga.


