Legenda sepak bola Spanyol ini menilai anak asuhnya sudah memberikan perlawanan maksimal, terutama di awal laga. Namun, ia mengakui bahwa konsistensi Milan sepanjang 90 menit menjadi pembeda yang signifikan. Fabregas ingin kekalahan ini menjadi cambuk bagi timnya untuk terus berevolusi di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Meski menelan kekalahan, Fabregas tetap percaya pada fondasi timnya. Como sendiri menyandang status sebagai salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik di Eropa musim ini. Ia memandang celah yang muncul saat melawan Milan sebagai titik evaluasi yang krusial untuk sisa musim.
“Kami harus mencoba bermain dengan lebih baik lagi dan memenangkan pertandingan berikutnya. Setiap tim memiliki kelemahan dan kekuatan, dan kami masih bisa berkembang,” tambahnya dengan nada optimis.
Fabregas kini mengalihkan fokus untuk memulihkan mentalitas para pemainnya. Ia menegaskan bahwa filosofi timnya adalah terus belajar dari setiap hasil, baik itu kemenangan maupun kekalahan, demi menjaga daya saing Como di papan klasemen Serie A.


