Diego Simeone memberikan catatan khusus terkait pertandingan kandang melawan Tottenham pada Rabu (11/3/2026). Bagaimana pun juga babak 16 besar EUFA Champions League (UCL) merupakan bagian penting dari agenda Atletico Madrid.
Dalam wawancaranya bersama awak media, Simeone menyebut tim asal London itu sebagai salah satu kandidat kuat di UCL. Baginya setiap tim ingin menang dalam salah satu ajang sepak bola paling bergengsi di Eropa ini.
“Kami menghadapi pertandingan ini dengan cara yang sama seperti semua laga lainnya. Tidak ada tim yang ketuka masuk ke lapangan, memikirkan posisi mereka di klasemen atau momen yang mereka jalani. Para pemain ingin memang, bermain, dan tampil baik, ungkap Diego Simeone dikutip dari Mundo Deporvito.
Tottenham Hotspur memang tidak berada dalam kondisi yang baik di Premier League. Tim mereka hampir jatuh ke zona degradasi dengan perolehan 29 poin dari total 29 pertandingan. Meski The Lilywhites (julukan Tottenham) berada di posisi 16, Simeone tetap enggan meremehkan.
Di samping sisi, Atletico Madrid memang berada di posisi yang lebih baik. Mereka berhasil bertahan di posisi tiga dengan perolehan 54 poin dari total 27 pertandingan. Los Colchoneros bahkan melaju ke final Copa del Rey setelah mengalahkan Barcelona dengan skor agregat 4-3.
BACA JUGA: Newcastle vs Barcelona: Preview dan Prediksi Skor
Peringatan Diego Simeone
Dalam wawancaranya dengan awak media, pelatih asal Argentina itu menekankan satu hal penting yang harus diperhatikan. Ritme pertandingan di La Liga dan Premier League sangatlah berbeda. Ini dapat menjadi pedang bermata dua bagi Atletico Madrid.
“Premier League memiliki ritme yang lebih tinggi. Saya sendiri belum sepenuhnya memahami alasannya. Banyak yang mengatakan karena wasit membiarkan perminan terus berjalan dan tidak selalu sering menghentikannya, sehingga permainan menjadi sangat-sangat baik,” jelas Simeone.
Ia turut memberikan tambahan kalau hingga saat ini kulitas dari teknik permainan tetap mejadi hal penting. Tetap ada harapan bagi Los Colchoneros untuk menghadapi para pemain dari liga Inggris.
“Saya tidak percaya hanya dnegan intensitas saja Anda bisa memenangkan pertandingan. Selalu ada kualitas teknik yang juga penting untuk melewati fase permainan yang mungkin lebih rendah dibanding sepak bola Inggris,” ujarnya.
BACA JUGA: Joan Garcia Sebut Barcelona Belajar dari Copa del Rey


