Dengan performa yang tenang namun mendalam, Boubacar Kamara telah menjelma sebagai pilar tak tergantikan bagi Aston Villa. Gelandang berusia 26 tahun itu secara diam-diam naik kelas menjadi salah satu pemain tengah terbaik di Liga Premier, sebuah fakta yang semakin nyata saat Villa harus bertahan tanpanya.
Ketidakhadiran Boubacar Kamara karena hukuman suspensi terasa sangat jelas pada pertandingan Selasa lalu. Aston Villa tumbang dengan skor 4-1 di markas Arsenal, yang sekaligus menghentikan rekor kemenangan beruntun mereka yang telah menyamai catatan klub sebanyak 11 laga.
BACA JUGA: Arne Slot Semakin Tertekan Usai Liverpool Imbang Lawan Leeds United
Meski masih kokoh di peringkat ketiga dan menikmati musim yang luar biasa sukses, pengaruh sang gelandang sangat krusial. Kabar baiknya, ia diproyeksikan akan kembali memperkuat skuad saat menjamu Nottingham Forest di akhir pekan.
Diperoleh tanpa biaya transfer dari Marseille pada tahun 2022, internasional Prancis ini telah membuktikan diri sebagai salah satu rekrutan terbaik yang pernah dilakukan Villa, bahkan dapat disebut sebagai salah satu transfer paling berhasil di liga top dalam beberapa tahun terakhir.
Digambarkan sebagai pribadi yang sederhana dan tanpa banyak bicara, Kamara telah menjadi denyut jantung di balik kesuksesan Villa belakangan ini—sebuah kontribusi yang pantas mendapatkan pengakuan dan sorotan lebih luas.


