Atmosfer Pertandingan
Dari menit awal, atmosfer pertandingan telah terasa seperti ladang ranjau. Girona, yang datang tanpa rasa gentar, mendikte permainan dan memaksa Joan Garcia—penjaga gawang mereka—bekerja keras sejak menit pertama. Sebaliknya, Barcelona seperti kehilangan irama. Peluang-peluang emas terbuang sia-sia, dan Lamine Yamal menjadi simbol kemubaziran itu. Ia dua kali gagal memanfaatkan peluang dari jarak dekat, sebelum penaltinya juga membentur tiang.
Pada akhirnya, kebuntuan dipecahkan oleh kolaborasi dua benteng pertahanan. Menit ke-59, sundulan Pau Cubarsi memanfaatkan umpan silang Kounde menjebol gawang lawan, memberi harapan bagi para pendatang. Namun, euforia itu hanya bertahan 120 detik. Girona menjawab lewat Thomas Lemar, yang menyambut umpan Vladyslav Vanat dengan dingin untuk gol keduanya secara beruntun.
Sepuluh menit berselang, Girona kembali mencetak gol lewat sundulan spekulatif Viktor Tsygankov, meskipun Garcia sempat memprotes adanya dorongan dari Roca di garis gawang. Namun, protes itu sia-sia, gol tetap sah, dan kemenangan pun berpihak pada tuan rumah. Bagi Girona, ini adalah akhir dari tiga laga tanpa kemenangan, sekaligus tiket untuk melesat ke peringkat 12, lima poin di atas zona merah yang mengancam.


