Barcelona Ada Di Era Politik Jadi Penentuan Hidup dan Mati

Krisis Klub dan Sejarah Kelam

MADRID, SPANYOL – 13 FEBRUARI: Presiden FC Barcelona saat itu, Josep Maria Bartomeu, meninggalkan Pengadilan Tinggi Spanyol pada 13 Februari 2015 di Madrid, Spanyol. Bartomeu menghadiri sidang setelah didakwa oleh hakim Pablo Ruz dalam penyelidikan terkait transfer pemain Brasil, Neymar. Ia diduga menghindari pembayaran pajak sekitar 2,8 juta euro. (Foto oleh Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images).

Josep Maria Bartomeu, salah satu orang yang namanya tidak akan pernah lepas dari ingatan Cules. Ia membawa Blaugrana ke dalam masa kegelapan dengan manajemen klub yang sangat ceroboh.

Pada masa dimana ia menjabat, klub bahkan memiliki total utang sekitar €1,35 miliar atau Rp 22,9 triliun. Finansial klub sangat tidak sehat saat itu, klub juga harus berhutang ketika membayar gaji para pemain mereka.

Barca bahkan menghadapi kegagalan transfer pemain dengan dana fantastis. Philippe Coutinho, Ousmane Dembélé, dan Antoine Griezmann menjadi nama-nama yang masuk dalam kasus gagal transfer ini.

Hingga, hal yang paling buruk adalah kepergian Lionel Messi, orang yang memiliki pengaruh paling besar bagi klub di era sepak bola modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Terbaru