Tak lama setelah itu, tembakan akurat Baumgartner berhasil disapu oleh rekan senegaranya, Marco Grüll, tepat di garis gawang, membuat skor tetap kacamata. Kebuntuan akhirnya pecah beberapa saat kemudian! Ouédraogo melepaskan tembakan roket dengan kaki kirinya yang lemah dari jarak sekitar 20 yard. Bola meluncur deras ke pojok kiri atas gawang, membuat Backhaus tak berdaya. Leipzig memimpin 1-0!
The Red Bulls mengamankan kemenangan mereka sepuluh menit sebelum laga usai. Dari tendangan sudut, Baumgartner berhasil menyundul bola, yang kemudian jatuh ke kaki pemain pengganti Schlager. Gelandang Austria itu dengan tenang mengecoh lawan dan melepaskan tembakan terarah yang melewati Backhaus ke pojok bawah gawang. Skor menjadi 2-0.
Tim asuhan Ole Werner bekerja keras mencari gol hiburan di menit-menit akhir, tetapi pertahanan Leipzig tetap solid. Meskipun skor akhir 2-0 tampak meyakinkan—mengantar Leipzig kembali ke posisi kedua—para pengamat setuju bahwa jalannya pertandingan jauh dari kata mudah. Bremen menunjukkan perlawanan sengit, menciptakan beberapa peluang emas, dan seharusnya bisa memanfaatkan momen-momen tersebut.


