Villarreal terus menggempur. Nicolas Pepe nyaris memecah kebuntuan lewat kemelut tendangan penjuru, disusul ancaman beruntun dari Tani Oluwaseyi dan Thomas Partey. Di sisi lain, Ajax terlihat mati kutu dan kesulitan mengembangkan permainan. Upaya sporadis dari Jorthy Mokio serta Owen Wijndal masih terlalu mudah bagi kiper tuan rumah, Arnau Tenas.
Publik tuan rumah akhirnya bersorak saat babak kedua baru berjalan empat menit. Tani Oluwaseyi menunjukkan kelasnya setelah menerima umpan jauh presisi dari Rafa Marin. Penyerang asal Kanada tersebut melepaskan sepakan keras dari jarak 20 meter yang menghujam deras ke pojok gawang Ajax. Skor 1-0 untuk Villarreal seolah akan mengakhiri kutukan mereka.
Namun, Ajax menolak menyerah. Momentum pertandingan berbalik pada menit ke-60 melalui skema bola mati. Oscar Gloukh mengirimkan tendangan bebas melengkung dari sudut sempit. Bola yang salah diantisipasi oleh Arnau Tenas justru berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol penyama kedudukan tersebut mengubah tensi pertandingan menjadi semakin panas dan terbuka.
Memasuki fase akhir laga, Villarreal yang butuh kemenangan mutlak justru melupakan pertahanan mereka. Saat asyik menyerang, mereka terkena serangan balik kilat dari para penggawa De Godenzonen. Oliver Edvardsen, yang baru menginjakkan kaki di lapangan selama lima menit, muncul sebagai pahlawan. Pemain pengganti ini menuntaskan peluang emas dengan penyelesaian dingin yang membungkam seisi stadion.
Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Kemenangan ini menempatkan Ajax pada posisi strategis untuk memperebutkan tiket babak play-off di laga pamungkas. Sementara bagi Villarreal, malam di Ceramica berakhir dengan air mata saat mereka harus meratapi kegagalan total di musim ini.


