Di tengah pusaran krisis yang melanda Tottenham Hotspur, Igor Tudor memilih untuk tidak tenggelam dalam ratapan. Sang pelatih sementara justru melontarkan sebuah pesan perang kepada para pemainnya menjelang laga tandang ke markas Liverpool. “Kalian bisa tinggal dan menangis atau kalian bisa berjuang,” ujarnya, sebuah kalimat yang menjadi bahan bakar bagi perlawanan yang tak terduga.
Sebelumnya, banyak pihak yang memprediksi air mata akan kembali mengalir deras. Empat kekalahan beruntun di bawah Igor Tudor telah menyeret Spurs ke jurang degradasi. Puncaknya, kekalahan telak dari Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, yang berlangsung begitu memalukan.
Igor Tudor sendiri menjadi sasaran kritik tajam, bukan hanya karena keputusannya menarik Antonin Kinsky setelah 17 menit bermain menyusul dua blunder dalam kekalahan 5-2, tetapi juga karena sikapnya yang mengabaikan kiper muda itu saat meninggalkan lapangan.
Namun, di Anfield, dengan segala keterbatasan dan tanpa 13 pemain inti karena cedera dan skorsing, Spurs memilih opsi kedua dari pesan Tudor: mereka berjuang. Perlawanan sengit mereka di kandang Liverpool berbuah satu poin yang sepenuhnya layak. Sebuah hasil yang mungkin memiliki dampak jauh lebih besar dari sekadar angka, di tengah upaya mereka menjauh dari bayang-bayang degradasi ke Championship.
BACA JUGA: Richarlison Jadi Mimpi Buruk Liverpool, Kemenangan Sirna di Depan Mata


