Pedro Neto hampir saja membuat kesalahan fatal dalam perjalanan karirnya dengan mendorong seorang ball boy. Pemain Chelsea itu mengaku sedang emosi saat The Blues kalah 5-2 dari Paris Saint-Germain pada babak 16 besar Liga Champions.
Kejadian ini berlangsung pada tambahan waktu di leg pertama. Insiden ini membuat ball boy jatuh ke kursi dan bahkan memicu keributan yang besar antara kedua tim. Hampir saja Neto mendapatkan kartu merah karena perilakunya.
“Saya ingin meminta maaf kepada ball boy itu. Saya sudah berbicara dengannya,” kata Neto.
Pedro melakukan tindakan yang tepat dengan meminta maaf. Kondisi saat itu memang cukup buruk bagi Chelsea yang menerima banyak tekanan ekspetasi ketika bertanting di kandang PSG. Hanya saja ini bukan tindakan yang seharusnya dibenarkan.
“Kami sedang kalah dan dalam emosi pertandingan saya ingin mengambil bola dengan cepat, lalu saya sedikit mendorongnya.”
Penyelasan Pedro Neto
Dalam wawancara bersama TNT Sport, Pedro Neto benar-benar menunjukkan rasa bersalahnya. Ia turut menjelaskan bahwa ini bukanlah hal yang biasa ia lakukkan dan merasa benar-benar menyesal.
“Saya sebenarnya tidak seperti ini. Itu terjadi karena panasnya pertandingan dan saya ingin meminta maaf. Saya bahkan memberikan jersey saya kepadanya. Saya benar-benar menyesal,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa rekan satu timnya di tim nasiona Portugal, Vitinha, turut membantunya dalam meminta maaf. Niatnya tidak buruk, pemain asal Portugal itu sedang dalam emosi yang tidak stabil.
“Pada akhirnya dia tertawa. Saya memberinya jersey saya dan meminta maaf sekitar 35 kali. Dia bisa melihat apa yang terjadi dan menerima situasinya,” tambah Neto.
BACA JUGA: Liam Rosenior Bela Filip Jogersen: “Pemain Bisa Buat Kesalahan”


