Hasil imbang yang dituai oleh Manchester United (MU) adalah kekalahan pertama Carrick selama resmi menjadi manajer sejak Rabu (14/1). Carrick berhasil menyabet tiga poin dalam empat pertandingan terakhir bersama MU. Pertandingan yang dimenangkan adalah melawan Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham Hotspur.
Tren kemenangan Carrick ini dipatahkan oleh upaya cerdik Tomas Soucek yang membawa West Ham unggul di awal babak kedua dan membaut United kesulitan untuk membalas. Mereka membuat pertahanan yang kokoh dan terorganisir.
Namun, MU terus menyerang hingga akhir sampai ke gol Benjamin Sesko yang terjadi di menit ke-96. Carrick merasa gol itu adalah penutup pertandingan yang fantastis setelah mereka mengerahkan semua tenaga untuk menang. Walaupun dia menilai, ada beberapa peluang yang bisa lebih dimanfaatkan oleh timnya.
“Penyelesaian yang fantastis. Dia melakukannya lagi, ini penting. Penting bagi kami untuk mengerahkan semua kemampuan di akhir pertandingan dan memiliki banyak penyerang di lapangan. Sejujurnya, kami mungkin bisa mengirimkan beberapa bola lagi ke dalam kotak penalti, dengan pemain yang kami miliki,” ujarnya
Menurutnya kegagalan squadnya memanfaatkan beberapa peluang yang didapatkan dan baru bisa mencetak gol di menit terakhir adalah keberhasilan West Ham mempersulit MU.
“Terkadang, Anda memberikan pujian kepada tim lawan, saya pikir West Ham sebagian besar bertahan dengan cukup baik dan mempersulit kami,” ungkapnya


