Fans Inter Milan dilarang hadir akibat insiden flare yang terjadi pada pertandingan melawan Cremonese pada Senin (2/2/2026). Flare tersebut dilempar ke arah Emil Audero, kiper Cremonese sebelum akhirnya meledak dengan suara keras.
Pada menit ke-49 sebuah flare datang dari suporter yang berada di tribun utara hingga akhirnya jatuh ke kotak penalti. Flare tersebut meledak dengan suara keras tepat di samping Emil Audero.Pertandingan harus berhenti sementara agar tim medis dapat melakukan pemeriksaan.
Emil Audero mengalami luka ringan pada kaki kanan. Untungnya kiper berkebangsaan Indonesia itu memilih untuk bangkit dan melanjutkan pertandingan, menunjukkan mentalitas bertahannya di lapangan. Pertandingan selesai dengan skor akhir 2-0.
Dikutip dari Kompas.com, pelaku bahkan kehilangan tiga jarinya setelah melempar petasan yang kedua. Saat ini pelaku sudah teridentifikasi dan tengah menjalani perawatan. Aparat keamanan setempat juga telah mengidentifikasi pelaku dan kasus tersebut ditangani oleh pihak berwenang.
BACA JUGA: Inter Milan Incar Tiket Semifinal Coppa Italia
Sanki Fans Inter Milan
Dikutip dari ANTARA, sanksi ini membuat fans Nerazzurri tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan dalam pertandingan idola mereka. Kementerian Dalam Negeri Italia telah mengeluarkan konfirmasi atas pelanggaran tersebut.
“Menindaklanjuti gangguan serius yang terjadi, Menteri Dalam Negeri telah menjatuhkan larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter hingga 23 Maret 2026, serta larangan penjualan tiket kepada warga Lombardia untuk pertandingan-pertandingan yang sama,” dikutip dari Sky Sport Italia, Rabu.
“Langkah ini bertujuan untuk menjamin perlindungan ketertiban dan keamanan umum serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan acara olahraga,”
Larangan ini berlaku mulai laga tandang ke Sassuolo 8 Februari, dilanjut pada pertandingan di Lecce 21 Februari, dan berakhir di Fiorentina 22 Maret. Hukuman ini tidak berlaku di ajang Liga Champions.
Kejadian yang menimpa Emil Audero menjadi bukti nyata bahwa masih ada tindakan tidak bertanggung jawab di luar arena pertandingan. Oleh karena itu, penegakan aturan yang tegas serta pengawasan yang lebih ketat perlu dilakukan untuk menghindari gangguan dari luar lapangan.


