Luciano Spalletti secara mengejutkan mengerem pembicaraan mengenai masa depannya di Turin. Meski spekulasi mengenai perpanjangan kontrak jangka panjang mulai mencuat, pelatih berkepala plontos ini justru mengaku belum siap untuk duduk di meja perundingan bersama manajemen Juventus. Sikap rendah hati ini muncul di tengah perjuangan Bianconeri yang masih tertahan di papan tengah klasemen Liga Champions dengan raihan sembilan poin dari enam laga.
Bagi Spalletti, prestasi di atas lapangan adalah satu-satunya indikator yang valid untuk menentukan kelayakannya bertahan. Ia merasa belum memberikan sumbangsih istimewa yang cukup kuat untuk menuntut komitmen baru dari klub. Pernyataan ini seolah menjadi teka-teki bagi para pendukung Si Nyonya Tua, mengingat masa depan kursi kepelatihan biasanya menjadi prioritas utama demi stabilitas tim.
Eks pelatih Timnas Italia tersebut menegaskan bahwa evaluasi total hanya akan terjadi saat kerja sama mereka mendekati garis finis. Spalletti sangat menyadari betapa dinamisnya tekanan di level tertinggi, di mana nasib seorang pelatih bisa berubah dalam sekejap mata. Ia memposisikan dirinya sebagai bagian dari sejarah panjang Juventus yang selalu dihuni oleh taktik-taktik kelas dunia.
BACA JUGA:Â Eks Real Madrid Bela Vinicius Junior Usai Dikritik Fans Sendiri


